-

Peninjauan Lokasi Pembangunan Tembok Sungai dan Tembok Laut

DPRD Bulukumba,- Komisi C DPRD Kab. Bulukumba melaksanakan peninjauan lokasi Pembangunan Tembok Sungai Muara Lembang di Desa Salemba, Kec. Ujung Loe dan Pembangunan Tembok Laut Pantai Alorang dan Turungan Beru, Kelurahan Tanuntung Kec. Herlang, Kab. Bulukumba. Selasa 5/7/2022

Peninjauan lokasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat sehari sebelumnya di ruang Komisi C DPRD Kab. Bulukumba bersama Konsultan Perencana Kegiatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Bulukumba.

Kegiatan kunjungan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Kab. Bulukumba, H. Patudangi, S.Sos, Ketua Komisi C, Andi Zulkarnain Pangki, SE (PAN) dan Anggota Komisi C, Zulkifli Saiye, S.Pi (PDIP), Andi Erlina Halmin (PKB), H. Supriadi H. Beddu (Hanura), Drs. Pasakai, M.Si (PKS), Abdul Hakim, Amd. Pi (Gerindra).

Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki mengatakan, kunjungan komisi C yang dilaksanakan hari ini,khususnya pembangunan di pantai Alorang guna untuk melihat harga satuan dan nilai koefisien batu kali dan batu karang yang digunakan sebagai bahan material. 

yang mau diperjelas apakah harga satuan dan nilai kovisien sama dengan batu kali / batu pecah dengan batu karang dan apakah batu karang sudah ada specknya untuk digunakan penahan tanggul namun tetap harus memperhatikan harga satuan bahan material yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena batu karang tersebut adalah lokasi pengambilannya hanya kurang lebih 10 kilo sementara kalau menggunakan batu kali biasanya jauh tentu harga satuan berbeda.

"selain itu perlu diketahui, progres pembangunan tembok sungai di muara lembang baru mencapai 3,31 % untuk pembangunan tembok pantai alorang dan turungan beru baru mencapai kurang lebih 8 %, untuk itu progres kegiatan tersebut harus lebih ditingkatkan". Ungkap Ketua Komisi C Andi Zulkarnain Pangki.

Lebih lanjut Andi Zulkarnain Pangki mengatakan, khusus akses jalan yang digunakan untuk mengangkut bahan material agar lebih diperhatikan oleh pihak pelaksana kegiatan, karena mengingat akses jalan yang dilalui oleh kendaraan berat merupakan akses utama masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Berita Lainnya