Rapat Paripurna Penyerahan Ranperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020

Penyerahan Draf RAPBD diserahkan secara simbolis Oleh Bupati Bulukumba ( A.M.Sukri A.sappewali) kepada Ketua DPRD (H.Rijal,S.Sos)

Sabtu 26 September 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab.Bulukumba, melaksanakan Rapat Paripurna dengan Agenda Penyerahan Ranperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020. Seperti pada Rapat Rapat Paripurna sebelumnya giat tersebut dilakukan secara virtual meeting, di ruang paripurna puukul 14.00 Wita yang hanya diikuti oleh Ketua Fraksi di ruang rapat paripurna sementara  Anggota Dewan lainnya mengikuti secara virtual (Zoom Meeting).

Setelah penyerahan Draf RAPBD diserahkan secara simbolis Oleh Bupati Bulukumba ( A.M.Sukri A.sappewali) kepada Ketua DPRD (H.Rijal,S.Sos)  setelah dilanjutkan dengan penyampaian pidato pengantar Nota Keuangan Daerah Tahun 2020, Dalam pidato pengantarnya dapat disimpulkan bahwa  ringkasan perubahan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah Tahun Anggaran 2020 adalah sebagai berikut :

Pendapatan Daerah mengalami penurunan dari Rp1.546.625.357.324,00 (Satu Trilyun Lima Ratus EMpat Puluh Enam Milyar Enam Ratus Dua Puluh Lima Juta Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Dua Puluh Empat Rupiah) pada APBD Pokok menjadi Rp1.530.482.917.291,00 (Satu Trilyun Lima Ratus Tiga Puluh Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Tujuh Belas Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Satu Rupiah) pada APBD Perubahan Berkurang sebesar Rp16.142.440.033 (Enam Belas Milyar Seratus Empat Puluh Dua Juta Empat Ratus Empat Puluh Ribu Tiga Puluh Tiga Rupiah) atau berkurang  1.09 %. Salah satu faktor dominan dalam penurunan ini terjadi karena adanya penyesuaian pendapatan akibat dampak penyebaran COVID-19.

Pendapatan Asli Daerah mengalami penurunan  sebesar Rp2.108.042.605,00 (Dua Milyar Seratus Delapan Juta Empat Puluh Dua Ribu Enam Ratus Lima Rupiah) dari sebelumnya Rp192.999.078.805,00 (Seratus Sembilan Puluh Dua Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Tujuh Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Lima Rupiah)  pada APBD perubahan menjadi Rp190.891.036.200,00 (Seratus Sembilan Puluh Milyar Delapan Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Tiga Puluh enam Ribu Dua Ratus Rupiah).

Kemudian Dana perimbangan pada APBD pokok dianggarkan sebesar Rp1.078.880.219.000,00 (Satu Trilyun Tujuh Puluh Delapan Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Juta Dua Ratus Sembilan Belas Ribu Rupiah) berkurang menjadi Rp991.256.627.780,00 (Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Milyar Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta Enam Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Rupiah). Penurunan Dana Perimbangan ini disebabkan penyesuaian penerimaan Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum, di sisi lain juga terdapat penambahan berupa dana DAK cadangan 

Peningkatan pendapatan terjadi pada pada Pos Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp73.589.193.793 (Tujuh Puluh Tiga Milyar Lima Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Seratus Sembilan Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Sembilan Puluh Tiga Rupiah)atau mengalami peningkatan sebesar 26,78%. Peningkatan tersebut disebabkan adanya tambahan pendapatan bantuan keuangan dari Propinsi atau pemerintah daerah lainnya sebesar Rp50.000.000.000,00 (Lima Puluh Milyar), dan penyesuaian pendapatan Hibah dana Bos serta adanya penambahan dari  sumber dana DID (Dana Insentif Daerah).

Lalu sektor belanja daerah, secara keseluruhan belanja mengalami Penambahan, pada APBD pokok total belanja semula diproyeksikan sebesar Rp1.542.621.762.324,00(Satu Trilyun Lima Ratus Empat Puluh Dua Milyar Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Dua Ribu Tiga Ratus Dua Puluh Empat Rupiah) pada APBD Perubahan meningkat menjadi Rp1.544.962.833.025,42 (Satu Trilyun Lima Ratus Empat Puluh Empat Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Dua Puluh Lima Rupiah Koma Empat Puluh Dua Sen) atau mengalami Peningkatan sebesar 0,15%.   peningkatan target belanja langsung yang signifikan meskipun di sisi lain Belanja tidak langsung juga mengalami penurunan. Terjadinya Peningkatan target belanja tersebut dipengaruhi oleh adanya peningkatan target belanja langsung yang signifikan meskipun di sisi lain Belanja tidak langsung juga mengalami penurunan.

Selanjutnya mengenai pembiayaan daerah yang menjadi penyeimbang atas terjadinya defisit anggaran, juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pada sisi penerimaan pembiayaan daerah yang sebelumnya dianggarkan Rp7.084.205.000,00 (Tujuh Milyar Delapan Puluh Empat Juta Dua Ratus Lima Ribu Rupiah) pada APBD perubahan meningkat menjadi Rp54.842.715.734,42 (Lima Puluh Empat Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Lima Belas Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah koma Empat Puluh Dua Sen) atau bertambah sebesar Rp47.758.510.734,42 (Empat Puluh Tujuh Milyar Tujuh Ratus Ratus Lima Puluh Delapan Juta Lima Ratus Sepuluh Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Rupia Koma Empat Puluh Dua Sen) atau meningkat  674,15 %.

Terjadi peningkatan penerimaan pembiayaan daerah tersebut disebabkan oleh asumsi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SilPA) pada APBD Pokok sebesar Rp7.084.205.000,00 (Tujuh Milyar Delapan Puluh Empat Juta Dua Ratus Lima Ribu Rupiah) pada APBD perubahan meningkat menjadi Rp25.567.715.734,42 (Dua Puluh Lima Milyar Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah Koma Empat Puluh Dua Sen atau bertambah sebesar Rp18.483.510,734,42  (Delapan Belas Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Sepuluh Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah Koma Empat Puluh Dua Sen) meningkat  260,91 %. Berikutnya peningkatan tersebut juga diakibatkan adanya rencana pinjaman yang akan dilakukan oleh RSUD H.A. Sulthan Dg. Radja sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp29.275.000.000,00 (Dua Puluh Sembilan Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) sebagai Dana Talangan untuk penerimaan dari BPJS.

Peningkatan realisasi SilPA tersebut disebabkan oleh adanya belanja yang menjadi kewajiban atas sumber dana tertentu yang tidak terealisasi. Selanjutnya pada pos pengeluaran pembiayaan daerah juga terdapat peningkatan sebesar Rp29.275.000.000,00 (Dua Puluh Sembilan Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) atas kewajiban pembayaran Pinjaman Dana Talangan BPJS yang dilaksanakan oleh BLUD-RSUD H.A. Sulthan Dg Radja.